Tampilkan postingan dengan label PROPERTI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROPERTI. Tampilkan semua postingan

23 April, 2009

BEBERAPA TIPS MEMBELI RUMAH SECARA HEMAT
Sumber: http://id.88db.com/id


A. Hitung kemampuan finansialmu, caranya:

1. Hitung credit power-mu (kemampuan mencicil),


Sederhananya rumah itu akan dibeli lewat KPR, baik rumah baru dari developer ataupun rumah second. Cicilan itu biasanya 1/3 gaji, walau ada beberapa bank bisa mencapai 50%.

Contoh hitungan dengan bunga 15% dan jangka 15 tahun maka kita bisa meminjam:

100 juta, cicilan 1.3juta/bulan, income 4 juta150 juta, cicilan 1.9juta/bulan, income 6 juta200 juta, cicilan 2.6juta/bulan, income 8 jutahitung posisi credit powermu ada dimana

2. Hitung buying power-mu (kemampuan membeli rumah)

Bank umumnya hanya akan mendanai 80% dari harga rumah, maka kita harus mencari 20% sisanya. Ambil contoh kasus diatas dimana buying power kita 80 juta. 80 juta adalah 80%-nya sehingga harga rumah maksimal yang bisa kita dapatkan adalah di kisaran 100 juta. Atau dengan DP sebesar 20 juta.

Yang perlu diperhatikan, buying power = DP + administrasi. Dalam kasus diatas. Maka first paymentnya adalah 20 juta + 5 juta (5% dari harga rumah biasanya untuk keperluan administrasi). Sehingga total dana yang harus disiapkan adalah 25 juta.

B. Setelah menentukan posisi finansial dimana, barulah kita mencari rumah yang cocok untuk kita. Ada beberapa pilihan antara lain:

a. Rumah baru, rumah baru dari developer ini hitungannya lebih mudah. angkanya pun jelas, namun masalahnya pilihan sangat terbatas. Waktu idle untuk menunggu rumah ini pun cukup lama, beberapa perumahan besar bahkan memasang tenggang waktu hingga 2 tahun-an. Ini pun belum menjamin kita punya tetangga.

b. Rumah second, rumah second sebenarnya pilihan yang sangat menarik. Selain lokasinya yang lebih dekat. membeli rumah second berarti membeli masyarakat dan lingkungan yang sudah jadi. Dan rumah ini bisa langsung ditempati.

- Sedangkan Tips dan Saran Lokasi Rumah.

Sedapat mungkin dekat dengan tempat kerja, Tidak banjir. Tersedianya sarana listrik, air bersih, transportasi dan sarana lainnya yang memadai. Berada di lingkungan yang aman.

- Adapun Pengembang Rumah, harus mempunyai reputasi yang bagus dan mempunyai surat-surat atau akta perjanjian jual beli yang dapat dipertanggungjawabkan.

- Untuk mengenai Prospek, pertimbangan nilai jual suatu rumah di masa yang akan datang.

- Fasilitas Sosial dan Hiburan

Ketersediaan fasilitas sosial seperti sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, telepon dan lain-lain, serta fasilitas hiburan seperti arena bermain anak, taman, bioskop dan pertokoan.

- Sedangkan Budget.
Sesuaikan dengan budget yang tersedia dan pertimbangkan

TIPS MEMBELI RUMAH BEKAS
Sumber: http://www.indoproperty24.com


Membeli rumah second bisa dikatakan ibarat mencari jodoh. Membutuhkan waktu yang cukup lama, namun kadang terasa agak mudah. Seperti halnya mencari pasangan hidup,dimana kita melihat apakah calon kita sudah memiliki kriteria yang kita inginkan atau kita idamkan begitu juga ketika membeli rumah sebaiknya tidak hanya tergiur tampilan luarnya saja, tapi juga harus mengetahui kondisi rumah tersebut secara keseluruhan.
Hal ini penting dilakukan untuk menghindari biaya perbaikan yang membengkak saat anda telah pindah rumah. Berikut ini kami memberikan saran-saran yang berguna bagi pihak yang ingin membeli rumah second.
  1. Pastikan pendanaan Anda memadai. Ini karena supaya Anda tidak meresikokan DP (down-payment) yang dapat hilang jika Anda tidak dapat menuntaskan pembayaran. Pendanaan tentu bisa dari uang Anda, uang bank (dalam bentuk KPR, KPA dsb) ataupun kombinasi dari keduanya.
  2. Lakukan survey yang menyeluruh ke wilayah yang Anda targetkan. Portal kami dapat membantu Anda melakukan langkah ini dengan memperhatikan properti mana saja yang tersedia di wilayah yang Anda inginkan. Lakukanlah survey ke lapangan untuk melihat kondisi fisik sesungguhnya dan lingkungan sekitarnya.
  3. Pastikan bahwa ruangan yang tersedia cukup bagi kebutuhan Anda.
    Perhatikan kondisi dinding di properti tersebut apakah lembab (mungkin bocor?), cat terkelupas. Jika ada gejala ini semua, Anda perlu memasukkan faktor ini ke dalam pertimbangan Anda.
  4. Perhatikan langit-langit ruangan untuk mencari tahu hal yang sama.
    Jika sebagian lampu-lampu tidak ada, pastikan dengan
    agen properti / agent property ataupun pemilik rumah apakah lampu-lampu tersebut akan dilengkapi oleh pemilik.
    Nyalakan beberapa peralatan listrik yang tersedia untuk memastikan bahwa listrik masih berjalan.
  5. Perhatikan apakah tempat colokan listrik sudah memadai.
  6. Perhatikan apakah telpon dan TV sudah ditaruh di posisi yang nyaman.
    Nyalakan keran air di berbagai tempat untuk melakukan pengecekan terhadap tersedianya air. Tekan tombol siram di WC untuk memastikan tidak adanya kemampetan.
  7. Perhatikan lantai dan tembok kamar mandi untuk melihat apakah ada kebocoran.
  8. Perhatikanlah di bawah wastafel untuk melihat ada tidaknya kebocoran.
  9. Perhatikan bau yang timbul dari udara dalam rumah dan gorden yang terpasang untuk merasakan apakah kondisi rumah terlalu lembab. Jika iya, cari tahulah penyebabnya.
  10. Perhatikan apakah lantai dan atap ada keretakan. Jika ada, jangan lupa catat ini dan diperhatikan baik-baik setelah membeli jika Anda tetap mengambil keputusan untuk membeli. Untuk peralatan-peralatan yang ada di dalam, lakukan klarifikasi dengan agen properti / agent property atau pemilik apakah termasuk did alam penjualan properti. Dan jika iya, catatlah supaya tidak menjadi sumber perselisihan di kemudian hari. Jika Anda ingin mencari tempat yang tenang, jauh dari kebisingan, ada baiknya jika Anda kembali melakukan inspeksi di waktu yang lain di hari kemudian supaya Anda bisa mendapatkan gambaran yang lebih tepat. Jika kunci-kunci lemari, pintu serta lain-lain yang akan termasuk dalam penjualan ada yang hilang, dapatkanlah kepastian bahwa Anda akan memperoleh gantinya sebelum menuju penanda-tanganan Akte Jual Beli (AJB).
  11. Ketahuilah masalah-masalah tersembunyi dari sebuah rumah yang bisa menjadi bumerang bagi anda dikemudian hari. Hal pertama yang patut diketahui adalah usia pembuatan rumah. Usia rumah akan menggambarkan sistem listrik yang digunakan, apakah rumah tersebut masih menggunakan cat yang mengandung timah - yang berbahaya bagi kesehatan - dan dapatmenggambarkan kekuatan pondasi rumah. Bila cat yang digunakan mengandung timah, sebaiknya segera ganti dengan cat baru.
  12. Pilihlah Notaris yang Anda percaya supaya Anda dapat tidur tenang karena mengetahui bahwa kepentingan Anda dijaga dengan baik menjelang penanda-tanganan Akte Jual Beli (AJB) dengan dilakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap kepemilikan properti tersebut sebelum pengalihan kepada Anda.

Demikianlah beberapa hal yang dapat anda jadikan bahan pertimbangan sebelum membeli rumah second. Membeli properti baik secara perorangan maupun melalui developer/ pengembang properti, ada pajak-pajak yang dikenakan dari pemerintah kepada anda. Biasanya pajak telah dimasukkan ke dalam harga jual jika anda membeli properti melalui developer/ pengembang properti. Besarnya pajak sangat tergantung jenis, nilai, luas dan lokasi properti.

TIPS MEMBELI RUMAH
Dikutip dari: http://www.danareksa.com/

Ketika Anda berencana membeli rumah tentunya Anda mengharapkan hasil yang terbaik sesuai dengan biaya yang akan dikeluarkan. Karena itu sebelum Anda mulai melihat-lihat calon-calon rumah Anda, sebaiknya Anda membuat daftar prioritas yang dinginkan dari rumah yang akan dibeli. Perhatikan Tips berikut:

1. Menentukan berapa kesanggupan Anda dalam membiayai rumah

Anda yang paling tahu seberapa besar kesanggupan anda. Kuncinya adalah membeli rumah baik seharusnya lebih membuat hidup Anda lebih sejahtera. Jangan sampai karena pembelian rumah ini malah membuat Anda mengalami penurunan standar dan gaya hidup serta tidak tercapainya tujuan keuangan lainnya di masa depan.

Sejumlah dana tunai memang harus tersedia dalam proses pembelian rumah walaupun Anda membelinya secara kredit. Sebab, pada umumnya transaksi pembelian rumah dengan kredit rumah dibagi dalam 2 tahap yaitu didahului dengan pembayaran uang muka rumah, pihak penjual akan meminta uang muka dari Anda, besarnya bervariasi biasanya paling banyak sebesar 30% saja dari harga rumah.


2. Putuskan rumah seperti apa yang Anda inginkan

Sebelum Anda mulai melihat-lihat calon-calon rumah Anda, sebaiknya Anda membuat daftar prioritas yang dinginkan dari rumah yang akan dibeli seperti jumlah kamar tidur, kamar mandi, halaman, garasi, kondisi atap, dinding, dan lain-lain. Kemudian buat juga daftar fasilitas – fasilitas umum yang nanti Anda butuhkan, seperti PAM, listrik, jalan umum, kebersihan, rumah ibadah, sekolah, pasar dan lain-lain. Tambahkan lagi daftar tersebut dengan persyaratan lainnya seperti bebas banjir, sertifikat rumah lengkap dan tidak dalam sengketa apapun.


3. Mempersiapkan sejumlah dana tunai untuk muka rumah dan biaya – biaya lainnya


Sejumlah dana tunai juga sebaiknya dicadangkan untuk mengantisipasi terjadinya biaya – biaya pembelian rumah antara lain uang tanda jadi atau booking fee, uang muka, akte jual beli, biaya balik nama sertifikat dan biaya jasa notaris dan lain sebagainya.


4. Mencari sumber dana atau sumber pembiayaan

Membeli rumah bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu secara tunai dan kredit atau kombinasi dari keduanya. Jika Anda ingin membeli rumah secara tunai, Anda dapat menyiapkan dananya dengan beberapa cara seperti menabung secara rutin atau melakukan investasi. Sehingga akumulasi dana hasil menabung atau hasil keuntungan investasi bisa digunakan untuk membeli rumah.

Keuntungannya dengan membeli rumah secara tunai, maka Anda tidak perlu tergantung dari pihak lain dan yang paling menyenangkan adalah anda bebas dari kewajiban membayar cicilan bulanan. Hanya saja mungkin akan memerlukan waktu yang cukup lama sampai tercapai sejumlah dana yang Anda perlukan untuk membeli rumah.

Dengan mahalnya harga rumah saat ini, beberapa dari Anda mungkin kesulitan dalam menyediakan dana tunai pembelian rumah. Anda tetap bisa beli rumah dengan cara mengajukan kredit ke Bank. Pada umumnya dana kredit yang bisa diberikan oleh bank adalah maksimal sebesar 70 % saja dari harga rumah yang akan dibeli, sisanya sebesar 30% harus dibiayai sendiri dan dianggap sebagai uang muka rumah.

5. Periksalah kewajiban –kewajiban pada pihak lain atau hutang Anda sebelum mengajukan kredit ke Bank

Bank memiliki analisa sendiri dan sumber informasi yang dapat dipercaya untuk mengetahui gambaran kondisi keuangan Anda. Karena itu sebelum mengajukan kredit ke Bank, periksalah kembali hutang – hutang Anda lainnya. Cicilan kartu kredit, cicilan motor, cicilan mobil dan lain- lain.
Properti Masih Jadi Investasi Aman
Sumber: Republika NewsroomRabu, 08 Oktober 2008 pukul 15:36:00

JAKARTA -- Properti dengan harga jual menengah atas masih menjadi investasi yang aman di tengah-tengah ketidakpastian kondisi ekonomi yang dipicu kesulitan finansial di Amerika Serikat."Sepanjang memilih lokasi yang tepat dan konsepnya jelas, properti masih menjadi tempat yang aman," kata Presiden Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, di Jakarta, Rabu.

Menurut Ali, bank saat ini memang lebih selektif untuk membiayai proyek properti akan tetapi apabila pengembang memiliki lokasi yang strategis dan konsepnya memang sesuai sebagai hunian, pusat perdagangan, perkantoran atau sejenisnya.Dia membenarkan, kebijakan Bank Indonesia agar bank lebih efisien akan mendorong terjadinya kenaikan suku bunga kredit, baik kepemilikan atau konstruksi, akan tetapi sifatnya hanya sementara saja.


"AS saja sudah menyiapkan semacam Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sehingga dipastikan kalaupun kredit naik sifatnya hanya tiga sampai enam bulan saja," kata Ali."Kalaupun bunga naik maka yang merasakan getahnya masyarakat dengan penghasilan menengah bawah, sementara menengah atas akan mampu bertahan untuk jangka waktu selama itu," kata Ali.
Dia memperkirakan, booming di sektor properti pada tahun 2010-2011 menjadi daya tarik masyarakat untuk membeli properti meski tingkat bunga sedang naik, justru kalau tidak membeli saat ini akan kehilangan momentum.Rontoknya harga saham juga tidak akan berpengaruh terhadap emiten di sektor properti karena sebagian besar pasarnya di dalam negeri, kecuali Ciputra atau Lippo yang punya proyek di luar negeri.

Pemerintah Indonesia dipastikan tidak akan gegabah mengambil kebijakan ekonomi yang drastis sehingga membuat iklim usaha tidak bergairah. Kalau pun ada kenaikan suku bunga tetap mempertimbangkan iklim investasi yang kondusif.Dia mengatakan, secara fundamental sektor properti sangat kuat karena banyak bank yang membiayai sektor ini, terutama di sektor kredit pemilikan.
Properti Indonesia, Hati-hatilah Berekspansi
Sumber: http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0401/15/Properti/794915.htm

PULUHAN megaproyek properti tengah dibangun di Indonesia, terutama di DKI Jakarta. Investasi yang dikucurkan puluhan triliun rupiah. Tenaga kerja yang terlibat mencapai jutaan orang. Apakah kegairahan ini menjadi simbol bahwa bisnis properti Indonesia sudah kembali ke masa keemasannya, sebagaimana beberapa tahun sebelum krisis ekonomi?

Dalam pandangan para ahli ekonomi dan pelaku ekonomi, bisnis properti di mana pun di dunia ini selalu menjadi parameter bagi bangkit dan jatuhnya perekonomian sebuah negara. Ia yang paling cepat memberi sinyal jatuh atau bangkitnya perekonomian. Maka, jika properti di Indonesia, terutama sekali lagi ditunjukkan di Jakarta, bolehlah menjadi sinyal membaiknya kesehatan ekonomi nasional.

Di lapangan, kegairahan bisnis properti juga ditandai sikap perbankan yang lebih lunak terhadap bisnis properti. Kredit yang dikucurkan untuk perumahan, apartemen, dan proyek properti itu sendiri, sudah tidak terlampau besar persentasenya.

Menurut catatan, suku bunga properti yang pernah terbang ke angka 65 persen per tahun, terjun ke 30-an persen, 20-an persen, kemudian jauh menurun hingga 13 sampai 17 persen. Besaran persentase ini, memang masih lebih besar daripada sejumlah negara maju Asia, yang selalu di bawah tujuh persen.

Namun, dengan besaran persentase tersebut, proyek properti sudah bisa bergulir dengan baik dan masyarakat dapat menikmati kredit lebih ringan. Akan jauh lebih ideal manakala suku bunga kredit properti sama dengan kredit mobil, yaitu tujuh persen.


SISI lain yang menarik dari bisnis properti ini ialah gairah pembeli yang amat besar. Lihatlah, apartemen-apartemen dengan kisaran harga Rp 3 miliar sampai Rp 23 miliar per unit disambar pembeli, seperti membeli pisang goreng. Sejumlah pengembang apartemen menikmati bagusnya suasana pasar properti ini, di antaranya Da Vinci, Kempinski, Four Season, Dharmawangsa, Pakubuwono, dan Kelapa Gading.


Pertanyaan yang menggelitik adalah apa yang membuat pasar ini demikian bergairah? Apakah demikian banyak warga mempunyai "uang tanpa seri" sehingga menyambar apa saja?


Anisa Himawan, Chief Executive Officer The Pakubuwono Residence menyebutkan beberapa data menarik. Pertama, setelah Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) akan bubar, para pemilik uang agak bingung hendak membelanjakan uang mereka ke mana. Hendak main di capital market? Bisa saja, tetapi tidak semua pemilik uang suka main di capital market, demikian pula dengan reksa dana. Tidak semua orang tertarik ke reksa dana.

Atau main valuta asing (valas)? Rasanya kurang menarik karena kinerja dollar AS sudah seperti ini. Kalau terhadap rupiah saja, dollar AS terus melunglai, apakah masih ada alasan masuk ke pentas valas? Ada semacam ketidakpastian dalam urusan valas ini sehingga tidak banyak yang tertarik bermain di pentas itu. Bagaimana dengan euro? Mungkin ada yang ke sana, tetapi mungkin tidak banyak mengingat ketatnya pengawasan bank Indonesia atas lalu lintas euro.


Aspek kedua, ada yang berpendapat, mendepositokan uang, terutama ke bank yang aman, adalah pilihan ideal. Tetapi dengan suku bunga deposito seperti sekarang, ke mana uang itu bisa disimpan supaya beranak pinak? Deposito dollar AS jauh dari menarik sebab bunganya bahkan tidak mencapai satu persen per tahun. Deposito rupiah, hanya tujuh persen. Apanya yang menarik?

"Beberapa latar belakang ini menyebabkan banyak pemilik uang yang akhirnya memutuskan membelanjakan uang mereka dengan membeli rumah, apartemen, atau gedung-gedung perkantoran. Bagi mereka membeli properti, lebih rasional daripada bermain di sekmen lain. Ini menarik diamati, karena sejatuh-jatuhnya bisnis properti, harga rumah tidak pernah hancur banget," kata Anisa.

Anisa menyatakan, tidak heran kalau warga Indonesia mudah membeli aset-aset properti dengan cara gampang. Ada yang bisa sekali membeli belasan apartemen, nilainya puluhan miliar rupiah. Dan menariknya, sebut Anisa, pembelian itu, tanpa menggunakan dana perbankan. Mereka membeli properti dari kocek mereka sendiri.


Salah satu proyek Anisa Himawan, The Pakubuwono Residence, laku seperti kacang goreng. Padahal, harga per unit apartemen papan atas ini lebih dari dua miliar rupiah.


Parameter lain dari kuatnya para pemilik uang di Indonesia membelanjakan uang adalah betapa kuatnya mereka "menyambar" proyek-proyek yang berpotensi besar. Sebutlah misalnya proyek Da Vinci, yang meski harganya minimal Rp 22 miliar per unit, tandas dalam waktu singkat.

Proyek bangunan tinggi lainnya, misalnya menara kembar The Peak (masing-masing 55 lantai), juga laku seperti pisang goreng. The Peak sudah laku 65 persen, tatkala fondasi proyek itu bahkan belum dikerjakan sama sekali.

Dalam pengamatan Kompas, proyek lain, sebutlah misalnya pembangunan kembali Pasar Tanah Abang, yang pernah terbakar, disambut antusias pembeli. Proyek itu mendapat sambutan luas publik karena menawarkan konsep yang menarik.

Umumnya, pembeli rumah, apartemen, dan bahkan pasar dengan uang tunai.
Tidak percaya? Data dari Bank Permata, bank swasta nasional yang menduduki urutan ketiga untuk pengucuran kredit properti, setelah Bank Internasional Indonesia dan Bank Danamon, bisa memberi gambaran cukup kuat. Bank Permata, menurut GM Assets Product Rosalia Abadi, kini mengucurkan kredit perumahan sebesar Rp 700 miliar. Dari jumlah itu, Rp 600 miliar diperoleh selama tahun 2002-2003. Kucuran kredit tahun 2003, malah mencatat angka fantastis, yakni sebesar Rp 450 miliar.

Dari angka Rp 450 miliar tersebut, hanya delapan persen yang mengambil kredit pembelian apartemen. Sisanya kredit rumah (landed house). Umumnya, kredit landed house untuk rumah-rumah di bawah Rp 200 juta.

"Tahun 2004, sejalan dengan makin membaiknya perekonomian nasional, Bank Permata memprediksi mengucurkan kredit sebesar Rp 750 miliar," ujar Rosalia.
Ia optimistis, dengan suku bunga 14 persen, pelayanan prima, cukup banyak yang berminat masuk meraih kredit dari Bank Permata.

DARI mana orang-orang Indonesia ini memperoleh uang demikian besar untuk membeli apartemen dan rumah mahal secara tunai? Inilah pertanyaan yang kerap menjadi bahan pembicaraan publik.


Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menyatakan, jika warga Indonesia mampu membeli apartemen secara tunai, tidak perlu diherankan. Mengapa? "Beli rumah, untuk masa ekonomi booming seperti sekarang, merupakan investasi riil, daripada mesti membeli mata uang asing, seperti dollar AS. Atau, daripada membeli sesuatu yang tidak jelas tujuannya, lebih menarik membeli rumah yang sangat jelas wujudnya. Ada juga sih yang beli rumah atau apartemen sekadar spekulasi, tetapi apa pun juga, future properti tetap tinggi," katanya.


Sofjan menambahkan, selama enam tahun, Indonesia, termasuk Jakarta, tidak sibuk dengan pembangunan fisik. Sekarang, ketika pembangunan gencar lagi, tentu semua orang yang berduit akan menyambar tawaran yang ada.


Ia mengungkapkan, tidak perlu terlalu heran kalau banyak yang mampu membeli apartemen dan rumah mahal. Dari 220 juta penduduk Indonesia, sekurang-kurangnya terdapat lima persen (11 juta jiwa) yang kaya raya. Sebelas juta jiwa sama dengan tiga kali penduduk Singapura. Kalau setengah juta dari 11 juta ini membeli apartemen dan rumah mahal, sudah sangat terasa getarannya.

Namun, Sofjan kemudian menyebutkan, tentu saja dari sekian banyak orang kaya yang membeli apartemen dan rumah mahal, diduga ada yang melakukan praktik cuci uang. Pasti ada di antaranya yang korup, perampok uang rakyat, atau mungkin juga bandar judi gelap. Atau bisa jadi ada yang untung besar dari megabisnisnya, tetapi pelit bayar pajak.

"Kita tak tahu persis siapa mereka, tetapi saya yakin, pasti ada di antara mereka yang beli apartemen atau rumah itu dari uang haram," kata Sofjan.

Terlepas dari semua persoalan tersebut, ada baiknya semua pemain di bisnis properti berhati-hati menjalankan bisnisnya. Tidak ada salahnya waspada agar tidak terlampau terbenam dalam ekspansi dan mengabaikan bahaya gagalnya bisnis.